Sumsel  

Legenda Sejak 1947, Rahasia Martabak HAR Sudirman Tetap Eksis, Produksi Tembus 500 Porsi

Legenda Sejak 1947, Rahasia Martabak HAR Sudirman Tetap Eksis, Produksi Tembus 500 Porsi (Foto: Rani)

KabarSumatra.com— Di tengah gempuran kuliner modern, Martabak HAR menjadi salah satu kuliner legendaris di Kota Palembang.

Usaha ini berdiri sejak tahun 1947, yang berlokasi di Jl. Jenderal Sudirman No. 1078, Kelurahan 20 Ilir D.III, Kecamatan Ilir Timur I.

Martabak Har menjadi destinasi kuliner yang nyaris tak pernah sepi, baik siang maupun malam.

Salah satu karyawan senior, Budi Rianto, yang telah bekerja selama kurang lebih 25 tahun, mengungkapkan bahwa aktivitas di dapur hampir tidak pernah berhenti.

“Di sini buka 24 jam, non-stop. Dibagi tiga shift, pertama dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore,” ungkapnya.
Lalu ada shift kedua dari jam 4 sore sampai jam 12 malam.

Dan shift ketiga dari jam 12 malam sampai jam 7 pagi. Dengan sistem kerja tersebut, produksi martabak terus berjalan sepanjang hari.

Dalam kondisi ramai, terutama akhir pekan, jumlah produksi meningkat signifikan.
“Dalam sehari bisa lebih dari 500 porsi,” kata Budi.

Ia juga kerap turun langsung ke dapur, terutama saat tenaga masak berhalangan.

“Saya di sini sudah sekitar 25 tahun. Kadang kalau tukang masak lagi cuti, saya yang menggantikan. Ikut juga bikin martabak,” ujarnya.

Ciri khas utama Martabak HAR terletak pada kuah kari yang menjadi pelengkap utama.

Diracik dari berbagai rempah, kuah ini memberikan cita rasa gurih yang kuat, dan berbeda dari martabak pada umumnya.

“Khasnya itu di kuah kari, semua dibuat dari rempah,” jelas Budi.

Selain martabak, tersedia pula berbagai menu lain seperti sate ayam, sate kambing.

Hingga nasi minyak dengan pilihan lauk seperti kari kambing dan ayam goreng. Ragam menu ini semakin menambah daya tarik bagi pelanggan.

Dalam penyajiannya, pelanggan diberi pilihan antara martabak yang sudah tersedia atau dibuat langsung sesuai pesanan.

Fleksibilitas ini menjadi salah satu alasan mengapa tempat ini tetap diminati.

“Tergantung pembeli, mau yang sudah ada atau minta dibuatkan yang baru,” tambahnya.

Dengan sejarah panjang sejak 1947, sistem operasional 24 jam, serta produksi yang bisa mencapai ratusan porsi setiap hari.

Martabak Har membuktikan diri sebagai kuliner legendaris yang tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *