Sumsel  

Sejarah Lengkap dan Makna Tugu Cempako Telok, Destinasi Ikonik Terbaru di Palembang

Sejarah Lengkap dan Makna Tugu Cempako Telok, Destinasi Ikonik Terbaru di Palembang (Foto: Rani)

KabarSumatra.com— Di tengah hiruk-pikuk modernisasi Kota Palembang, terdapat satu ikon yang bukan sekadar penanda jalan atau ornamen kota. Tugu Cempako Telok hadir sebagai simbol budaya yang menyimpan sejarah, filosofi hidup, hingga identitas masyarakat Palembang dari masa ke masa.

Bagi warga Palembang, kawasan ini sudah lama dikenal sebagai salah satu titik penting di pusat kota.

Namun di balik bentuknya yang megah, Tugu Cempako Telok ternyata menyimpan makna mendalam.

Antara lain tentang bagaimana masyarakat Palembang memandang adat, agama, dan keberagaman.

Sejarawan UIN UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Kemas A. R. Panji, dalam tulisannya berjudul “Membaca Identitas Kota Lewat Tugu Cempako Telok”, menyebut bahwa ruang kota tidak hanya dibangun dari jalan raya dan gedung modern.

Tetapi juga dari simbol yang menyimpan ingatan kolektif masyarakat.

Sebelum dikenal sebagai Tugu Cempako Telok seperti sekarang.

Kawasan tersebut dulunya identik dengan bundaran air mancur yang menjadi ruang publik masyarakat Palembang.

Pada masa itu, unsur air memiliki makna penting.

Karena Palembang sejak dahulu dikenal sebagai kota sungai yang tumbuh dari peradaban maritim.

Air bukan hanya simbol kehidupan, tetapi juga melambangkan kebersamaan dan kemajuan kota.

Namun seiring perkembangan zaman, wajah kawasan tersebut mengalami perubahan.

Tugu kemudian dibangun dan terus mengalami transformasi mengikuti perkembangan identitas kota.

Bahkan saat Palembang menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional SEA Games.

Kawasan itu sempat menampilkan simbol-simbol olahraga modern.

Sebagai representasi kota yang terbuka terhadap dunia internasional.

Mengusung Falsafah “Adat Dipangku, Syariat Dijunjung”

Dalam bentuknya yang sekarang, Tugu Cempako Telok mengangkat falsafah hidup masyarakat Palembang, yakni “adat dipangku, syariat dijunjung”.

Filosofi tersebut memiliki makna bahwa masyarakat Palembang menjaga adat istiadat sebagai warisan budaya.

Namun tetap menjadikan syariat Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai itu menjadi gambaran kuat tentang karakter masyarakat Palembang yang sejak dahulu dikenal religius, santun.

Serta tetap memegang tradisi Melayu yang diwariskan turun-temurun.

Makna Filosofis di Balik Struktur Tugu

Keunikan Tugu Cempako Telok tidak hanya terletak pada bentuknya.

Tetapi juga pada simbol-simbol budaya yang melekat di setiap bagiannya.

Lima Bunga Cempako Telok Berwarna Emas

Salah satu bagian paling mencolok adalah lima bunga Cempako Telok berwarna emas yang berada di area tugu.

Ornamen ini melambangkan perjalanan sejarah Palembang dari masa ke masa.

Selain itu, angka lima juga dimaknai sebagai simbol lima rukun Islam dan lima waktu salat.

Dan menunjukkan kuatnya pengaruh nilai Islam dalam kehidupan masyarakat Palembang.

Bunga cempaka sendiri dalam budaya Melayu identik dengan kesucian, keharuman, dan kemuliaan.

Karena itu, keberadaan bunga tersebut menjadi simbol harapan agar masyarakat tetap menjaga keharmonisan dan nilai kebaikan dalam kehidupan sosial.

Struktur Pangkuan Dulang

Bagian lain yang sarat makna adalah struktur pangkuan dulang pada tugu.

Dulang dalam budaya Palembang dikenal sebagai wadah yang digunakan dalam tradisi adat maupun kegiatan bersama masyarakat.

Pada Tugu Cempako Telok, pangkuan dulang dimaknai sebagai simbol penghimpun keberagaman dan kearifan lokal.

Filosofi ini menggambarkan bahwa Palembang dibangun dari berbagai latar belakang budaya, suku, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.

Makna tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah pemisah.

Melainkan kekuatan yang membentuk identitas kota.

Tulisan “Palembang Darussalam”

Pada bagian tugu juga terdapat tulisan “Palembang Darussalam” yang mengingatkan masyarakat terhadap sejarah panjang Kesultanan Palembang Darussalam.

Tulisan tersebut menjadi simbol bahwa Palembang bukan hanya kota modern.

Tetapi juga wilayah yang memiliki akar sejarah Islam yang kuat sejak masa kesultanan.

Pengaruh Kesultanan Palembang Darussalam sendiri masih dapat ditemukan hingga sekarang.

Mulai dari tradisi adat, bahasa, seni ukir, hingga nilai sosial masyarakatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *