Sumsel  

‎Ngecas Mobil Listrik Sambil Transaksi, BSI Regional Palembang Sediakan SPKLU Khusus Nasabah

Dukung Ekosistem Hijau, BSI Regional Palembang Hadirkan SPKLU untuk Nasabah

‎Ngecas Mobil Listrik Sambil Transaksi, BSI Regional Palembang Sediakan SPKLU Khusus Nasabah (Foto: BSI)

KabarSumatra.com— PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk Region Office III Palembang mendukung ekosistem ramah lingkungan.

Hal itu diwujudkan dengan meresmikan Fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kantor Pavilion BSI Palembang, Jalan Jenderal Sudirman No.774, Palembang.

‎Fasilitas ini tercatat sebagai SPKLU pertama yang beroperasi di lingkungan kantor BSI Region Office III Palembang.

Kehadiran fasilitas tersebut sebagai pilot projek dari SPKLU di perbankan.

Baca Juga :

BSI Region Office III Palembang dan Pengadilan Tinggi Agama Sinergi Digitalisasi Hukum dan Perbankan Syariah

Tabungan Emas BSI Melonjak 406,5 Persen, BSI Region III Palembang Pacu Penetrasi Digital

‎Layanan pengisian daya kendaraan listrik ini dapat dinikmati oleh nasabah BSI.

Konsep yang diusung BSI adalah efisiensi waktu dan kenyamanan terpadu.

Sembari menunggu baterai kendaraan terisi penuh, nasabah dapat beraktivitas seperti biasa.

Mulai dari melakukan transaksi perbankan, berkonsultasi dengan petugas, hingga sekadar bersantai di ruang tunggu Pavilion BSI yang nyaman.

Baca Juga :

BSI Dorong UMKM Integrasi untuk Garap Potensi Halal Indonesia

Tumbuh Positif, BI Sumsel Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,80 Persen di 2026

‎Regional CEO BSI Region Office III Palembang, Ari Yusnairy Muslim, menjelaskan bahwa penyediaan SPKLU ini adalah wujud nyata komitmen BSI dalam melengkapi layanan nasabah sekaligus merespons tren transisi energi yang tengah digaungkan pemerintah.

‎”Kami ingin memberikan pengalaman layanan yang lebih nyaman bagi nasabah. Saat mengisi daya kendaraan listrik, nasabah tetap bisa melakukan transaksi perbankan, berkonsultasi dengan petugas, atau sekadar menunggu dengan nyaman di Pavilion BSI,” ujar Ari usai peresmian SPKLU pada Kamis, 30 Juli 2026.

‎Peresmian SPKLU hari ini diresmikan sebagai bentuk dukungan dari Bank Syariah Indonesia, dalam mendukung lingkungan hijau dengan menggunakan kendaraan listrik.

‎”Nantinya nasabah prioritas akan diberikan voucher untuk bisa mengunakan SPKLU, dan ini merupakan pilot projek khusus investasi dari BSI sendiri dan hanya nasabah BSI yang bisa menggunakan SPKLU ini,” jelasnya.

‎Kedepan menurut Ari, pihaknya akan mengembangkan tempat cas kendaraan listrik di masjid Agung Palembang.

Alasannya karena sekarang ini Masjid banyak digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan majelis, sholat.

“Sehingga ambil mereka melakukan ibadah, mereka bisa melakukan cas baterai, dan selesai kegiatan mobil sudah terisi,” jelasnya.

‎Ari menambahkan, kehadiran SPKLU ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan cerminan dari transformasi layanan BSI yang terus bergerak menjadi perbankan yang modern, inovatif, dan eco-friendly.

Langkah konkret ini sejalan dengan komitmen perusahaan terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

‎Pavilion BSI sendiri memang dirancang khusus sebagai pusat layanan terpadu yang menawarkan pengalaman perbankan yang berbeda bagi masyarakat.

Integrasi antara layanan perbankan syariah kelas premium dan fasilitas gaya hidup hijau ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

‎Melalui terobosan ini, BSI Region Office III Palembang berharap dapat menjadi katalisator bagi masyarakat untuk mulai beralih ke gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan listrik. Sekaligus memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan perbankan syariah yang modern,” ujarnya

‎SPKLU ini sendiri bisa digunakan oleh nasabah prioritas secara gratis, harapannya ketika nasabah yang hendak melakukan transaksi perbankan bisa sambil melakukan cas baterai mobil, dan ketika selesai baterai mobil sudah penuh terisi.

Selain itu, Ari juga mengungkapkan kinerja BSI RO III Palembang yang mengalami pertumbuhan.

Seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 31 persen, kemudian tabungan tumbuh 20 persen dan pembiayaan sebesar 34 persen.