KabarSumatra.com-– Kondisi kualitas udara di Kota Palembang kini berada pada tingkat yang makin mengkhawatirkan akibat kepungan kabut asap karhutla.
Merespons ancaman kesehatan tersebut, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengambil langkah taktis untuk melindungi warga.
Pada Senin (24/8/2026) mulai pukul 06.30 WIB, jajaran pemerintah kota dijadwalkan terjun langsung ke lapangan guna mendistribusikan 10 ribu masker cuma-cuma bagi pengguna jalan dan masyarakat umum.
Aksi pembagian masker gratis ini bakal dipusatkan di sejumlah persimpangan lampu merah utama serta kantor kecamatan di seluruh penjuru Palembang.
Baca Juga :
Tanggap Bencana Karhutla, Kilang Plaju Kirim Bantuan Logistik ke Petugas BPBD Sumsel
Karhutla Bukan Sekadar Bencana Alam, WALHI Sumsel Soroti Krisis Tata Kelola Lahan
Kebijakan darurat ini merujuk pada lonjakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Palembang yang menembus angka 195 pada pagi hari—status yang sudah masuk dalam kategori “Tidak Sehat”.
Angka pencemaran tersebut menunjukkan pemburukan yang signifikan, mengingat nilai ISPU melonjak tajam hingga 80 poin jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang berada di level 115.
Dewa menyebut terjadi lonjakan signifikan. Dibanding hari sebelumnya, ISPU naik 80 poin dari sebelumnya 115.
“Kenaikan ini jelas dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah,” ungkapnya.
Baca Juga :
Kabut Asap Melanda, Penerbangan di Bandara SMB II Dipastikan Tetap Normal dan On Schedule
Langkah Cepat Kemenhut Tekan Risiko Karhutla di Sumsel Lewat Operasi Modifikasi Cuaca
Dampaknya sudah terasa di sektor kesehatan, hal ini terlihat dari data Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat, sejak 1 hingga 21 Agustus 2026 jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA mencapai 9.313 kasus.
“Kurangi aktivitas di luar rumah. Jika memang harus keluar, wajib gunakan masker dan perbanyak minum air putih,” pesannya.
Ia juga telah memerintahkan seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkot Palembang untuk siaga penuh.
“Apabila masyarakat mengalami gangguan pernapasan, segera periksakan diri ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan,” tegasnya.
Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan. Lansia, ibu hamil, balita, serta penderita asma, jantung, diabetes, dan TB paru diminta ekstra hati-hati. Jika kondisi darurat, segera ke rumah sakit.
Tak hanya itu, Ratu Dewa menginstruksikan Dinas Kesehatan bersama seluruh puskesmas untuk aktif melakukan pemantauan.
Mulai dari pembagian masker, kunjungan rumah, hingga menyiapkan ruang perawatan sementara di puskesmas bagi warga yang rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kabut asap.
“Ini bukan sekadar asap biasa. Ini soal kesehatan ribuan warga kita. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tetap aman dan terlindungi,” jelasnya.












