Babel  

26 Kasus HIV Baru Muncul Sepanjang 2025 di Belitung, Satu Anak Ikut Terpapar

26 Kasus HIV Baru Muncul Sepanjang 2025 di Belitung, Satu Anak Ikut Terpapar
Ilustrasi HIV (Dok : int).

KabarSumatra.com — Kasus HIV kembali bertambah di Kabupaten Belitung sepanjang tahun 2025. Dinas Kesehatan setempat mencatat 26 temuan baru hingga Oktober, termasuk satu kasus pada kelompok usia anak. Lonjakan ini menambah kewaspadaan pemerintah daerah terhadap penyebaran HIV di masyarakat.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Belitung, Sri Agustini, mengungkapkan temuan tersebut di Tanjungpandan, Rabu (26/11/2026).

“Kami menemukan sebanyak 26 kasus ODHIV baru hingga Oktober 2025,” ujarnya.

Dari 26 kasus baru itu, 20 pasien berjenis kelamin laki-laki dan enam perempuan. Pemeriksaan juga menemukan sebaran kasus di berbagai kelompok usia.

“Untuk ODHIV baru di kelompok umur 10-18 tahun ada satu orang, kelompok umur 19-59 tahun ada 24 orang, dan kelompok umur di atas 60 tahun sebanyak satu orang,” kata Sri.

Dinkes Gencarkan Sosialisasi Sepanjang Tahun

Menurut Sri, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan selama tahun 2025. Kegiatan tersebut meliputi program pengawasan HIV/PIMS di puskesmas, pendampingan pemeriksaan bagi kelompok berisiko, serta sosialisasi dan skrining HIV kepada warga binaan pemasyarakatan.

Selain itu, Dinkes juga menyasar populasi kunci, melakukan pendampingan skrining di tempat hiburan, menayangkan iklan layanan masyarakat di radio, hingga mengadakan pertemuan peningkatan layanan PDP.

“Kegiatan ini telah dan akan terus kami lakukan sepanjang tahun 2025 ini,” ujarnya.

Tantangan Penanganan HIV Masih Tinggi

Sri Agustini menjelaskan, upaya penanganan ODHIV di lapangan tidak lepas dari berbagai kendala. Di antaranya kesulitan mengakses kelompok berisiko saat skrining, pasien yang meninggal sebelum menerima pengobatan antiretroviral (ARV), serta rendahnya pengetahuan pasien terkait HIV.

“Kemudian kurangnya dukungan dari keluarga terhadap pasien HIV khususnya dalam pengobatan, padahal sebenarnya dukungan (support) dari pihak keluarga terhadap pasien HIV dalam menjalani pengobatan sangatlah penting,” katanya.

Masyarakat Diminta Hapus Stigma

Sri juga menekankan pentingnya dukungan sosial agar ODHIV dapat menjalani hidup dengan layak. Ia mengajak masyarakat menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap para penyalin HIV.

“Kami mengajak masyarakat untuk menghentikan stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV, para penderita HIV dapat hidup normal dan memiliki harapan hidup yang panjang asalkan mereka menjalani pengobatan secara teratur,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *