Sumut  

Bibit Siklon 91S Muncul, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumut 8–15 Desember

Cuaca Ekstrem Mengintai, Aceh Berlakukan Status Siaga hingga 20 April
Ilustrasi cuaca ekstrem (Dok : Int).

KabarSumatra.com — BMKG Balai Besar Wilayah I mengeluarkan peringatan dini waspada cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Sumatra Utara pada 8–15 Desember 2025. Hal ini dipicu kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S yang tumbuh di Samudra Hindia Barat Daya Lampung. Kombinasi gelombang atmosfer aktif, MJO, dan IOD yang masih dominan membuat potensi hujan lebat hingga sangat lebat kian menguat.

“BMKG Balai Wilayah I mengimbau agar masyarakat waspada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Sumatra Utara,” tulis BMKG melalui akun resminya, dikutip Senin (8/12/2025).

BMKG menjelaskan, Bibit Siklon 91S itu menyebabkan perubahan dinamika angin yang berdampak langsung ke wilayah Sumut.

“BMKG mengidentifikasi adanya Bibit SIklon Tropis 91S di Samutra Hindia Barat Daya Lampung yang mengakibatkan adanya belokan angin dan konfluensi (pertemuan massa udara) di Sumatra Utara,” jelas BMKG.

Sejumlah wilayah diprediksi bakal menjadi titik hujan deras hingga sangat deras, yakni:

  • Kabupaten Dairi
  • Pakpak Barat
  • Humbang Hasundutan
  • Nias
  • Nias Selatan
  • Nias Utara
  • Nias Barat
  • Kota Gunungsitoli
  • Tapanuli Tengah
  • Kota Sibolga
  • Tapanuli Selatan
  • Kota Padang Sidempuan
  • Tapanuli Utara
  • Mandailing Natal
  • Padang Lawas
  • Padang Lawas Utara
  • Langkat
  • Kota Medan
  • Kota Binjai
  • Deli Serdang
  • Karo
  • Simalungun
  • Samosir
  • Serdang Bedagai
  • Kota Pematang Siantar
  • Labuhanbatu Selatan

Melalui peringatan resminya, BMKG kembali mempertegas imbauan tersebut.

“BBMKG Wilayah I mengimbau masyarakat untuk lebih waspada karena dalam seminggu ke depan (8–15 Desember 2025), beberapa wilayah di Sumatra Utara diperkirakan akan mengalami peningkatan intensitas hujan.”

Warga juga diingatkan untuk tetap mengatur aktivitas sehari-hari agar aman di tengah cuaca yang tidak menentu.

“Masyarakat diharapkan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar,” tambahnya.

BMKG meminta setiap lembaga dan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi serta terus memantau informasi cuaca terbaru demi meminimalkan risiko bencana selama periode cuaca ekstrem tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *