KabarSumatra.com— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong peran sektor jasa keuangan untuk mendukung Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) berbasis komoditas unggulan.
Hal itu diwujudkan dalam pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan komoditas lainnya yang dilakukan oleh Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko.
Turut hadir Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan. Peresmian pelepasan ekspor secara simbolik tersebut merupakan rangkaian program Sultan Muda XporA 2026.
Pelepasan ekspor ini menjadi langkah nyata OJK dalam memperkuat peran pengusaha muda Sumatera Selatan. Khususnya untuk menembus pasar global melalui penguatan ekosistem keuangan inklusif dan sektor riil.
Keberhasilan ini melanjutkan capaian program ekspor sebelumnya yaitu komoditas kelapa sawit dan kopi beberapa waktu lalu.
“Pada pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, akan tetapi juga mendorong peran daerah sebagai motor pertumbuhan Indonesia, salah satunya melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah,” kata Hernawan.
Menurutnya, program OJK Pengembangan Ekonomi Daerah sejalan dengan berbagai program prioritas pemerintah termasuk mendorong kedaulatan pangan. Program ini akan terus didorong untuk berkembang secara berkelanjutan dengan memperluas cakupan wilayah dan meningkatkan variasi objek unggulan sesuai dengan karakteristik daerah.
OJK juga mengapresiasi kolaborasi dan sinergi yang terjalin antara OJK, Pemda, dan seluruh stakeholders yang ada di Sumatera Selatan
Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, mengatakan bahwa pada tahap awal, komoditas kelapa dan produk turunannya tersebut akan diekspor ke Cina, Taiwan, dan Perancis.
Ekspor ini meliputi coconut shell charcoal sebanyak 46 ton dan coconut chips sebanyak 25 ton.
Selain itu, dilakukan pula ekspor lada hitam sebanyak 500 kilogram. Dan produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton, dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar.
Capaian ini mencerminkan peningkatan daya saing keunggulan daerah melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan, hilirisasi, dan integrasi akses sektor jasa keuangan.
Melalui kerja sama yang terintegrasi, penguatan sektor riil terus dilakukan secara konsisten untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas hasil, serta memperluas akses pasar.
Sektor jasa keuangan berperan aktif dengan menyediakan skema pembiayaan seperti trade finance, Letter of Credit (L/C), serta perlindungan asuransi.
Sementara itu, Herman Deru menyambut baik program ini. Dukungan dari OJK dan lembaga jasa keuangan mampu mewujudkan Sultan Muda yang produktif, kreatif, dan berdaya saing.
“Keberhasilan hari ini tidak terlepas dari dukungan seluruh pihak. Kami berharap kolaborasi ini berkontribusi menghasilkan Sultan Muda baru di masa yang akan datang,” ujarnya.
Bertu Merlas menambahkan bahwa pengembangan ekonomi daerah membutuhkan kebijakan yang terintegrasi.
“Sumatera Selatan telah berhasil mencatatkan nilai ekspor yang lebih tinggi dari nilai impor. Kami sebagai Anggota DPR RI berkomitmen menghasilkan kebijakan yang mendukung pemberdayaan ekonomi daerah,” kata Bertu.
Kegiatan yang dihadiri 1.000 peserta ini merupakan bagian dari Program 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan. Dukungan nyata OJK juga terlihat dengan adanya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) di Gedung Kantor OJK Sumsel yang berfungsi sebagai pusat pelatihan, inkubasi, dan business connection hub.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula beberapa agenda penting:
1.Rebranding Logo Sultan Muda Sumatera Selatan.
2.Peresmian Sultan Muda HIPMI Card sebagai identitas akses kewirausahaan.
3.Peresmian Pusat Kolaborasi dan Akselerasi Ekonomi Daerah “Sumsel Maju Terus Untuk Semua”.
4.Rapat Koordinasi TPAKD untuk merumuskan solusi akses keuangan inklusif.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan simbolis pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp869.291.307.790 dan letter of credit export senilai 209.723 USD oleh lima bank pendukung.












