KabarSumatra.com— Staf Ahli Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ramadhan Harisman, memberikan peringatan penting bagi jemaah haji Indonesia mengenai tantangan cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Ia menekankan bahwa kesiapan fisik yang prima merupakan kunci utama agar jemaah dapat melaksanakan rukun haji secara optimal
Waspadai Perbedaan Cuaca dan Suhu Ekstrem
Ramadhan menjelaskan bahwa ibadah haji tahun ini dilaksanakan di tengah kondisi geografis dan cuaca yang sangat berbeda dengan di tanah air.
Suhu rata-rata di Arab Saudi saat ini dilaporkan jauh melampaui suhu rata-rata di Indonesia.
“Haji adalah ibadah fisik yang berat. Dengan suhu yang ekstrem di sana, kami meminta jemaah untuk disiplin menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan bergizi yang telah disiapkan PPIH,” ujar Ramadhan dalam keterangan rilis Humas PPIH Embarkasi Palembang.
Selain itu, jemaah memperbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi dan kelelahan kronis.
Batasi Aktivitas Luar Hotel
Ramadhan mengimbau jemaah, khususnya dari Embarkasi Palembang, untuk menghemat tenaga.
Ia meminta jemaah dan pembimbing ibadah untuk saling mengingatkan agar tidak terlalu banyak melakukan aktivitas fisik di luar hotel.
Terutama yang tidak terkait langsung dengan rukun haji.
“Tujuan utama kita adalah wukuf di Arafah. Agar kondisi fisik optimal saat puncak haji, kurangi aktivitas di luar hotel. Kami mohon kerja sama para pembimbing untuk terus memantau kondisi jemaah,” tambahnya.
Sederhanakan Tradisi Pelepasan demi Kesehatan Jemaah
Hal menarik lainnya, Ramadhan mengimbau pihak keluarga dan jajaran Kementerian di tingkat kabupaten/kota serta embarkasi untuk menyederhanakan acara seremonial pelepasan.
Menurutnya, tradisi yang terlalu panjang seringkali membuat jemaah sudah merasa lelah bahkan sebelum berangkat.
“Kami memahami adanya tradisi di masyarakat, namun mari kita sederhanakan prosesnya,” jelasnya.
Ia juga mendorong rekan-rekan di daerah untuk mengurangi acara seremonial, agar jemaah bisa berangkat dalam kondisi kesehatan yang benar-benar prima.
Di sisi lain, Ramadhan menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan.
Salah satu terobosan tahun ini adalah pendistribusian Kartu Nusuk yang sudah dilakukan sejak jemaah masih berada di Indonesia.
“Ini komitmen kami. Jika sebelumnya Kartu Nusuk dibagikan di Arab Saudi, sekarang sudah dimulai sejak di tanah air. Segala sarana, regulasi, dan fasilitas terus kami tingkatkan kualitasnya demi kenyamanan jemaah,” jelasnya.
Menutup arahannya, Ramadhan memohon doa dari seluruh masyarakat agar pelaksanaan haji tahun ini berjalan lancar.
Dan jemaah diberikan kesehatan untuk meraih predikat haji mabrur, serta bangsa Indonesia senantiasa dalam perlindungan Allah SWT.












