Sumsel  

Tari Setabik Awali Pembukaan Hari Tari Dunia 2026, Simbol Sambutan dan Kehormatan Masyarakat Melayu

Tari setabik di pembukaan Muba Expo ketika menyambut Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. (Doc/Wikipedia)

KabarSumatra.com– Tarian Setabik atau Tari Setabek merupakan tarian khas Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menjadi pembuka dalam rangkaian peringatan Hari Tari Dunia 2026 yang digelar di Lawang Borotan, Selasa (28/4/).

Tarian ini dikenal sebagai simbol penghormatan dan sambutan kepada tamu, yang sarat dengan nilai kesopanan, keanggunan, serta kearifan lokal masyarakat Melayu Sumatera Selatan.

Gerakan yang lembut dan teratur, dipadukan dengan iringan musik tradisional.

Merepresentasikan sikap ramah dan penghargaan tinggi terhadap kehadiran tamu dalam tradisi masyarakat setempat.

Penampilan Tari Setabik pada momentum Hari Tari Dunia ini tidak hanya menjadi suguhan estetika. Tetapi juga penanda dimulainya rangkaian kegiatan budaya yang mengangkat identitas lokal.

Penari tampil dengan balutan busana adat yang didominasi warna-warna cerah dan motif khas, memperkuat nuansa sakral sekaligus meriah dalam acara tersebut.

Kehadiran tarian ini di awal acara dinilai selaras dengan semangat peringatan yang mengedepankan nilai budaya, penghormatan, dan kebersamaan.

Suasana di Lawang Borotan pun tampak khidmat saat alunan musik tradisional mulai mengiringi gerakan para penari.

Dengan mengusung tema Gaung Genderang Darussalam pada peringatan Hari Tari Dunia 2026, semangat para penari khususnya di Sumatera Selatan tampak semakin hidup dan menguat.

Tema tersebut tidak hanya menjadi pengikat rangkaian acara.

Tetapi juga menghadirkan makna yang selaras dengan nilai budaya yang ditampilkan sepanjang kegiatan.

Ketua Pelaksana, Sayyid Khalid Assegaf, menyampaikan bahwa tema yang diangkat tidak berhenti pada aspek artistik semata.

Melainkan mencerminkan identitas budaya sekaligus dimensi spiritual masyarakat.

“Gaung merupakan manifestasi dari ekspresi jiwa dan kehidupan masyarakat. Sementara gendrang adalah tabuhan semangat yang mampu menggugah dan menyatukan,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa peringatan Hari Tari Dunia menjadi ruang penting untuk mempertegas keberadaan seni tari dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Tidak hanya sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari nilai, identitas, dan warisan budaya yang terus dijaga dan diwariskan. (Marshanda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *