KabarSumatra.com— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 Mekar Jeumpa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar Seminar Pendampingan Psikososial pada Minggu, 16 Agustus 2026 di Balai Pengajian Desa Alue Mangki.
Kegiatan mengusung tema “Membangun Mental Sehat dan Jiwa Tangguh Menuju Generasi Adaptif” dan ditujukan untuk memberikan ruang edukasi bagi remaja dalam menghadapi situasi sulit.
Seminar ini menghadirkan Dollare Reagent Perkasa Nurhudaya, mahasiswa Psikologi UIN Sunan Kalijaga, sebagai pemateri pertama.
Dalam penyampaiannya, Dollare membahas berbagai respons psikologis yang dapat muncul setelah seseorang mengalami bencana atau situasi sulit.
Baca Juga :
Bekali Generasi Muda, KKN Mekar Jeumpa Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Syariah di Alue Mangki
DLHK, Bank Sampah Induk, dan KKN UIN Sunan Kalijaga Edukasi Desa Alue Mangki Kelola Sampah Organik
Respons tersebut dapat berupa rasa takut, cemas, sedih, marah, kesulitan tidur, merasa tidak aman, hingga kehilangan semangat.
Peserta diajak memahami bahwa setiap orang dapat merespons pengalaman sulit secara berbeda.
Materi juga mengajak peserta mengenali pesan di balik emosi yang muncul.
Rasa takut dapat menunjukkan adanya kebutuhan untuk merasa aman, kemarahan dapat menjadi tanda bahwa sesuatu tidak sesuai harapan.
Baca Juga :
Microteaching KKN 120 Mekar Jeumpa, Cetak Pemuda Terampil dan Generasi Inspiratif
Dan kesedihan dapat muncul karena kehilangan sesuatu yang berharga, sedangkan kecemasan berkaitan dengan kekhawatiran terhadap sesuatu yang belum terjadi.
Peserta kemudian diperkenalkan pada langkah sederhana ketika emosi datang, yaitu berhenti, menyadari, menenangkan diri, dan kemudian bertindak tepat.
Peserta juga diarahkan menyadari bahwa setiap individu memiliki kekuatan menghadapi situasi sulit.
Kekuatan tersebut dapat ditemukan dengan mengenali kelebihan diri, mengingat pengalaman sulit yang pernah berhasil dilewati, menghargai keberhasilan, serta memahami hal yang membuat diri kuat.
Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan KARETA (Kartu Resiliensi Remaja Tangguh) yang dipandu oleh Shofia Ramadhani, mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam UIN Sunan Kalijaga, bersama fasilitator.
KARETA dirancang sebagai permainan psikopedagogis yang menggabungkan gamification, cooperative learning, psikologi positif, trauma-informed care, pembangunan resiliensi, dan Konseling Islam.
Permainan membangun kekuatan diri, keterampilan coping, dukungan sosial, harapan, dan nilai spiritual secara kooperatif.
Dalam permainan, peserta mengambil kartu secara bergiliran, menjawab atau melakukan tantangan, serta saling memberikan dukungan.
KARETA tidak berorientasi pada menang atau kalah, melainkan membangun “Pohon Resiliensi” melalui perolehan poin dan proses refleksi bersama.
Permainan juga menerapkan prinsip aman, seperti tidak memaksa peserta menjawab, memberikan kesempatan untuk melewati kartu, menjaga kerahasiaan, serta menghindari penggalian pengalaman traumatis secara rinci.
Melalui kegiatan ini, KKN 120 Mekar Jeumpa berharap remaja Desa Alue Mangki mampu mengenali emosi, memahami kekuatan diri, membangun dukungan sosial, dan mengembangkan kesiapan menghadapi situasi sulit.
Seminar dan permainan KARETA diharapkan menjadi langkah edukatif dalam membangun generasi yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu saling menguatkan.












