Aceh  

Kacabdisdik Aceh Timur Minta Kampus Bebaskan SPP Mahasiswa Korban Bencana

Kacabdisdik Aceh Timur Minta Kampus Bebaskan SPP Mahasiswa Korban Bencana
Banjir bandang di Aceh Timur (Dok : int).

KabarSumatra.com — Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra, meminta perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh memberikan bantuan SPP bagi pelajar serta calon pelajar baru yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah daerah.

Pengaduan tersebut disampaikan Rahmatsah kepada media, Selasa (6/1/2026), menyusul maraknya bencana alam yang melanda berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Aceh.

“Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara merupakan daerah yang terdampak banjir bamdang dan tanah longsor,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Rahmatsah secara khusus meminta Universitas Syiah Kuala (USK) agar membebaskan biaya SPP bagi mahasiswa aktif maupun calon mahasiswa baru yang rumahnya terdampak bencana. Menurutnya, kebijakan serupa juga diharapkan dapat diterapkan oleh perguruan tinggi lain di Aceh.

Katanya, tidak hanya USK, tetapi juga UIN Ar-Raniry, Universitas Malikussaleh (Unimal), Universitas Samudra (Unsam), Universitas Teuku Umar (UTU), Politeknik Negeri Lhokseumawe, serta sejumlah perguruan tinggi swasta (PTS) di Aceh diharapkan juga memberikan perhatian kepada mahasiswa dan calon mahasiswa tahun akademik 2027/2028.

“Mereka sudah kehilangan harta bendanya di beberapa daerah, oleh karena itu pihak kampus baik yang PTN atau PTS memberikan SPP bagi mereka, bahkan mencari sumber beasiswa bagi para korban,” pinta Rahmatsah.

Ia menjelaskan, perguruan tinggi negeri dengan status PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum) memiliki kewenangan dan permulaan lebih luas dalam pengelolaan akademik maupun non-akademik, termasuk pengelolaan keuangan.

Dikatakannya, kewenangan tersebut membuat PTNBH memiliki kebijakan ruang yang lebih besar dibandingkan PTN-BLU atau PTN-Satker yang masih mewajibkan regulasi penerbitan, meski tetap bertanggung jawab kepada publik dan pemerintah.

Rahmatsah menuturkan, selama ini pihak sekolah telah menjalankan kewajiban administratif yang diminta perguruan tinggi, seperti pengisian PDSS, pelaksanaan UTBK, UTBS, dan berbagai tahapan lainnya.

Namun saat ini, katanya, banyak musibah yang menimpa keluarga siswa, bahkan sejumlah sekolah di daerah mengalami kerusakan parah akibat bencana.

“Kita melihat hanya pakaian dibadan saja yang tersisa yang dipakai oleh siswa, sedangkan peralatan lainnya sudah hanyut di bawa oleh banjir air, proses kegiatan belajar terhalang saja,” ujarnya.

Kondisi tersebut, lanjut Rahmatsah, membuat keinginan siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menjadi sangat berat.

“Akibat banjir dan tonoh longsor itu, banyak orang tua dari pelajar yang kehilangan pekerjaaannya, rumah di daerah sudah hancur, bahkan ada yang hilang, sekarang ini tinggal di tenda pengungsian,” papar Rahmatsah.

Apalagi, katanya, keberadaan hunian sementara (huntara) belum sepenuhnya mampu memulihkan kondisi psikologis dan ekonomi para korban bencana.

Oleh karena itu, Rahmatsah kembali menegaskan harapannya agar pengelola PTN dan PTS di Aceh memberikan SPP serta bantuan beasiswa bagi mahasiswa dan calon mahasiswa baru yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *