KabarSumatra.com — Upaya negara menjaga sumber daya strategi kini masuk babak baru. Di tengah sorotan terhadap maraknya tambang ilegal di Bangka Belitung, yang disebut bisa merugikan negara hingga 80 persen produksi timah nasional, TNI turun tangan lewat Latihan Terintegrasi 2025 dengan kekuatan penuh.
Latihan yang digelar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diperkuat 41.397 personel dari tiga matra. Berdasarkan rilis Lanud H AS Hanandjoeddin, Sabtu (22/11/2025), kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakasau Marsdya TNI Tedi Rizalihadi, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Wakasal Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, serta jajaran petinggi TNI lainnya.
Dari jajaran sipil, hadir pula Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh yang meninjau langsung dari Desa Mabat, Kabupaten Bangka.
Pengamanan SDA Jadi Fokus
Latihan besar ini bukan sekadar menunjukkan kemampuan prajurit dan alutsista, melainkan bagian dari strategi nasional potensi penanganan ancaman terhadap sumber daya alam, khususnya cadangan timah Bangka Belitung yang bernilai tinggi sekaligus rawan eksploitasi ilegal.
Selain operasi tempur, skenario Operasi Militer Selain Perang (OMSP) juga ditampilkan sebagai bentuk dukungan TNI dalam menjaga stabilitas wilayah yang rentan terhadap sumber daya.
Pemilihan Bangka Belitung sebagai lokasi latihan bukan tanpa alasan. Kawasan ini menyimpan cadangan timah besar dan menjadi sorotan akibat maraknya praktik penambangan ilegal yang menimbulkan kerusakan lingkungan, memicu konflik sosial, dan menggerus pendapatan negara.
Presiden RI sebelumnya menekankan pentingnya pengamanan wilayah tersebut. Disebutkan ada lebih dari 1.000 titik tambang ilegal yang beroperasi dan berpotensi membuat negara kehilangan hingga 80 persen produksi timah nasional.
Alutsista Dikerahkan Besar-Besaran
Menindaklanjuti Arahan Presiden, TNI mengerahkan alutsista dalam skala besar untuk mendukung latihan dan operasi pengamanan terpadu.
Sejumlah kekuatan yang terlibat antara lain:
- Puluhan rantis Maung
- 15 drone taktis
- 3 KRI, 2 KAL, 1 sea rider
- 5 RHIB, 4 RBB
- Heli Bell TNI AL
- 3 pesawat F-16 untuk bombing
- Pesawat C-130 Hercules, CN-295
- Pesawat intai Boeing AI-7303
- 3 heli Caracal dan Super Puma
- 3 pesawat Boeing VIP
Penggelaran memastikan ini mempertegas komitmen negara seluruh jalur keluar-masuk bahan timah berada dalam pengawasan ketat.
Simulasi Penertiban Tambang Ilegal
Dalam rangkaian kegiatan, Menhan dan Panglima TNI menyaksikan Serangan Udara Langsung (SUL) oleh F-16 dari Skadron Udara 16, diikuti penerjunan taktis ratusan prajurit Yonif 501/18/2/K.
Latihan juga menampilkan simulasi penangkapan ponton ilegal dan perebutan cepat lokasi galian pasir. Selain itu, rombongan meninjau hasil penertiban di Dermaga Belinyu, Kabupaten Bangka, serta galian pasir di Dusun Nadi, Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah.










